Esports Dalam Asian Games 2018

Asian Games 2018, turnamen multi-olahraga terbesar kedua di dunia, diawali di Indonesia pada 18 Agustus. Selama dua pekan penuh, kota-kota Jakarta dan Palembang akan mengadakan 40 acara yang, kecuali dari olahraga Olimpiade yang umum, meliput keragaman olahraga di semua Asia klik di sini. Edisi tahun ini melibatkan 10.000 atlet dan tak kekurangan perdana di semua dunia: sementara eSports mengawali debutnya sebagai olahraga demonstrasi, pendaki dan pemain skateboard secara sah berkompetisi untuk menerima medali untuk pertama kalinya. Dengan eksistensi cabang olahraga yang baru, hal itu menambah daftar venue asian games 2018. Jikalau Anda penasaran dengan venue-venue yang sudah diterapkan selama Asian Games 2018, Anda dapat mulai mencari tahu. Kemudian, Anda dapat mendatangi lantas venue terdekat dari daerah tinggal Anda.

Untuk esports, Asian Games 2018 juga menjadi permulaan era baru. Sesudah bertahun-tahun terisolasi, esports hasilnya timbul dari ceruk pasar. Ini merupakan acara olahraga internasional besar pertama yang mengenali esports apa adanya: olahraga yang memerlukan talenta, motivasi, pelatihan, ketahanan, kerja regu, energi jasmaniah dan mental yang sama besarnya dengan olahraga tradisional; sebuah olahraga yang diperkirakan menjadikan $ 906 juta pendapatan global dan membanggakan pertumbuhan tahunan + 38,2%; sebuah olahraga yang pada tahun 2021 diperkirakan akan menarik 250 juta penggemar, dari 165 juta pada 2018.

Industri esports sedang booming dan mempunyai potensi ekonomi yang besar. Acara olahraga internasional perlu merangkul olahraga baru yang dipraktikkan generasi muda. Jika tak, mereka akan kehilangan relevansi. Baca terus untuk memahami kenapa Asian Games 2018 benar-benar berarti bagi eSports dan cari tahu apa persamaan eSports dan olahraga tradisional.

Walhasil, esports memperoleh sorotan di Asian Games 2018. Esports sudah ditambahkan ke Asian Games 2018 lewat kemitraan dengan Alisports, cabang olahraga Alibaba Group. Padahal pemain tak akan berkompetisi memperebutkan medali, ini ialah pertama kalinya mereka mempunyai kans untuk mewakili negara mereka dalam persaingan sebesar ini.

Esports sudah ditambahkan ke Asian Games 2018 melewati kemitraan dengan Alisports, cabang olahraga Alibaba Group. Sedangkan pemain tak akan berkompetisi memperebutkan medali, ini yakni pertama kalinya mereka mempunyai peluang untuk mewakili negara mereka dalam persaingan sebesar ini.

Olimpiade seharusnya meniru perkembangan zaman. Walaupun kami konsisten menghormati dan mencintai olahraga kuno, kami tak dapat mengacuhkan atensi generasi muda dalam permainan kompetitif. Berargumen bahwa eSports profesional tak sebanding dengan, umpamanya, bola basket cuma menggores permukaan. Sebab, pada analisa yang menyeluruh, mereka mempunyai banyak kesamaan.

Eksistensi esport di Asian Games 2018 memberikan info berbahagia bagi mereka pecinta esport. Jikalau Anda memang memiliki kecakapan dibidang hal yang demikian, mungkin saja Anda akan menjadi salah satu dari mereka yang akan mewakili negara Indonesia pada Asian Games ke 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *